Mengenal Format Data GIS: Perbedaan SHP, GeoPackage (GPKG), KML, dan GeoJSON Terlengkap

Pendahuluan

Bagi Anda yang baru terjun ke dunia Sistem Informasi Geografis (SIG) atau GIS, mungkin pernah merasa bingung saat membuka folder data peta. Mengapa satu data peta terdiri dari banyak file dengan ekstensi aneh seperti .shp, .shx, dan .dbf? Mengapa ada file yang bisa dibuka di Google Earth tapi tidak bisa diedit di ArcGIS?

Memahami ekstensi file geospasial adalah fondasi utama bagi seorang GIS Analyst maupun Surveyor. Kesalahan memilih format data bisa berakibat fatal: mulai dari data yang gagal dibuka, atribut yang hilang, hingga file yang terlalu berat untuk diproses laptop Anda.

Di artikel ini, InformasiTeknologi.com akan membedah secara tuntas format-format file GIS yang paling umum digunakan di industri saat ini. Kami akan membahas kelebihan, kekurangan, dan kapan waktu yang tepat untuk menggunakan masing-masing format tersebut.

Gambar 1: Beragam format data spasial dalam dunia GIS


1. ESRI Shapefile (.shp): Sang Legenda yang Tak Lekang Waktu

Jika ada satu format yang wajib diketahui oleh semua orang GIS, itu adalah Shapefile. Diciptakan oleh ESRI pada awal tahun 1990-an, format ini telah menjadi standar industri de facto selama puluhan tahun. Hampir semua software GIS, dari ArcGIS, QGIS, hingga Global Mapper, pasti bisa membaca format ini.

Namun, ada satu kesalahpahaman umum: Shapefile bukanlah satu file tunggal.

Struktur File Shapefile

Saat Anda mengunduh data Shapefile (misalnya dari katalog data kami), Anda tidak boleh hanya menyalin file berakhiran .shp saja. Shapefile bekerja sebagai satu kesatuan yang terdiri dari minimal 3 file wajib (dan beberapa file pendukung):

  1. .shp (Wajib): Menyimpan data geometri (bentuk gambar peta, apakah itu titik, garis, atau poligon).
  2. .shx (Wajib): Index file yang menghubungkan geometri dengan atribut, memungkinkan software mencari fitur dengan cepat.
  3. .dbf (Wajib): Database file yang menyimpan data atribut (tabel informasi, seperti nama jalan, luas wilayah, dll).
  4. .prj (Opsional tapi Krusial): Menyimpan informasi sistem koordinat (Projection). Tanpa file ini, peta Anda mungkin akan “nyasar” ke tempat lain saat di-overlay.

Gambar 2: Ekstensi (.shp, .shx, .dbf, .prj) – Jangan pisahkan mereka! Satu set data Shapefile terdiri dari banyak file

Kelebihan Shapefile

  • Kompatibilitas Universal: Hampir semua software pemetaan di dunia mendukung format ini.
  • Dukungan Komunitas: Ribuan tutorial dan dataset gratis di internet tersedia dalam format SHP.

Kekurangan Shapefile

  • Batas Ukuran 2GB: File .shp dan .dbf tidak boleh lebih besar dari 2 Gigabyte. Untuk data Big Data masa kini, ini sangat membatasi.
  • Nama Kolom Terbatas: Nama kolom di tabel atribut (DBF) hanya boleh maksimal 10 karakter. Contoh: Kepadatan_Penduduk akan terpotong menjadi Kepadatan_.
  • Tidak Ada Topologi: Shapefile tidak menyimpan aturan topologi canggih secara native.

2. GeoPackage (.gpkg): Standar Modern Masa Depan

Jika Shapefile adalah “mobil tua yang tangguh”, maka GeoPackage (GPKG) adalah “mobil listrik modern”. GeoPackage adalah format terbuka (open source) yang dikembangkan oleh OGC (Open Geospatial Consortium) untuk mengatasi keterbatasan Shapefile.

Di InformasiTeknologi.com, kami sangat menyarankan penggunaan GeoPackage, terutama jika Anda pengguna setia QGIS dan Python.

Kenapa GeoPackage Lebih Baik?

Berbeda dengan Shapefile yang berantakan (multi-file), GeoPackage adalah Single File Database. Artinya, satu file .gpkg bisa menyimpan segalanya:

  • Banyak layer vektor sekaligus (titik, garis, poligon dalam satu file).
  • Data Raster (Ubin peta/Tiles).
  • Atribut non-spasial.

Secara teknis, GeoPackage adalah sebuah wadah berbasis SQLite. Ini membuatnya sangat ringan, cepat, dan bisa dibaca langsung oleh perangkat mobile (Android/iOS) tanpa perlu konversi yang rumit.

Gambar 3: Sisi kiri gambar folder berantakan isi Shapefile, sisi kanan gambar satu file GeoPackage yang rapi. Caption: GeoPackage menawarkan manajemen file yang jauh lebih rapi

Kelebihan GeoPackage

  • Satu File Praktis: Mudah dipindahkan (copy-paste) tanpa takut ada bagian yang tertinggal.
  • Tanpa Batas 2GB: Bisa menyimpan data berukuran Terabyte sekalipun.
  • Nama Kolom Panjang: Anda bisa menulis nama kolom atribut dengan leluasa tanpa takut terpotong.
  • Performa Tinggi: Sangat cepat saat dibuka di QGIS dibandingkan Shapefile.

3. File Geodatabase (.gdb): Raksasa Milik ESRI

Bagi Anda yang bekerja di lingkungan korporat atau instansi pemerintah yang menggunakan lisensi ArcGIS Pro / ArcMap, pasti sudah akrab dengan folder berakhiran .gdb.

File Geodatabase adalah format proprietary (milik pribadi) ESRI. Berbeda dengan GPKG yang berupa satu file, GDB sebenarnya adalah sebuah Folder yang berisi file-file biner terenkripsi.

Kapan Menggunakan GDB?

GDB didesain untuk manajemen data skala besar dan kompleks. Format ini mendukung fitur-fitur canggih yang tidak dimiliki Shapefile, seperti:

  • Topologi Rules: Mencegah overlap atau gap antar poligon secara otomatis.
  • Domain & Subtypes: Membuat menu dropdown pada isian atribut untuk meminimalisir kesalahan input data surveyor.
  • Network Dataset: Untuk analisis jaringan jalan yang rumit (seperti rute terpendek).

Kekurangan GDB

  • Tertutup: Sulit dibuka di software Open Source. Meskipun QGIS sekarang bisa membacanya (lewat driver OpenFileGDB), namun kemampuan untuk mengedit atau menulis data ke dalam GDB di luar software ArcGIS masih terbatas dan berisiko error.

Gambar 4: Di Windows terlihat seperti folder biasa, tapi di software GIS terlihat sebagai database


4. GeoJSON (.geojson) & KML (.kml): Primadona WebGIS

Dunia GIS tidak hanya berkutat di software desktop. Saat ini, kebutuhan menampilkan peta di website (WebGIS) semakin tinggi. Di sinilah peran format berbasis teks seperti GeoJSON dan KML.

GeoJSON (Geographic JavaScript Object Notation)

Ini adalah format favorit para programmer web. GeoJSON menyimpan data spasial dalam format teks murni yang bisa dibaca manusia (human-readable). Format ini adalah standar baku untuk library pemetaan web seperti LeafletJS, OpenLayers, dan Mapbox.

  • Ciri Khas: Ringan, berbasis teks, mudah diparsing oleh bahasa pemrograman (JavaScript/Python).
  • Penggunaan: Sangat cocok untuk menampilkan data sederhana di website, seperti lokasi toko, batas wilayah sederhana, atau rute tracking. Kurang cocok untuk data dengan jutaan titik karena akan membuat browser lambat.

KML/KMZ (Keyhole Markup Language)

Format ini dipopulerkan oleh Google Earth. KMZ sebenarnya adalah file KML yang di-kompres (zip).

  • Kelebihan: Mendukung styling visual (warna, ikon, ketinggian 3D) langsung di dalam filenya. Sangat mudah digunakan oleh orang awam; tinggal klik dua kali, langsung terbuka di Google Earth Pro.
  • Penggunaan: Sering digunakan untuk presentasi kilat ke klien non-teknis atau verifikasi lokasi survei lapangan.

Gambar 5: Struktur GeoJSON yang mudah dibaca oleh mesin dan manusia


5. Format Raster: GeoTIFF (.tif) dan ECW

Selain data vektor (garis/titik), kita juga mengenal data Raster (gambar piksel) seperti Foto Udara, Citra Satelit, atau DEM (Digital Elevation Model).

  • GeoTIFF (.tif): Ini adalah raja format raster. Berbeda dengan file JPG/PNG biasa, GeoTIFF menyimpan metadata koordinat (georeference) di dalam headernya. Jadi saat dimasukkan ke QGIS, gambar langsung duduk manis di lokasi yang tepat di muka bumi.
  • ECW (Enhanced Compression Wavelet): Format kompresi tinggi. Bayangkan foto udara satu kabupaten ukurannya 50 GB dalam format TIFF, bisa dikompres menjadi 2 GB saja dalam format ECW dengan penurunan kualitas visual yang minim. Sangat efisien untuk basemap.

Kesimpulan: Mana yang Harus Anda Pilih?

Memilih format yang tepat bergantung pada tujuan akhir penggunaan data Anda. Berikut rekomendasi dari tim InformasiTeknologi.com:

Tujuan PenggunaanFormat RekomendasiAlasan Utama
Pertukaran Data UmumShapefile (.shp)Semua orang pasti bisa membukanya.
Kerja Harian di QGISGeoPackage (.gpkg)Ringan, satu file, performa cepat.
Kerja Tim (ArcGIS)File Geodatabase (.gdb)Mendukung topologi & domain data.
Ditampilkan di WebGeoJSONKompatibel dengan Leaflet/WebGIS.
Presentasi Google EarthKML/KMZMudah dibuka oleh klien awam.

Di InformasiTeknologi.com, kami menyediakan berbagai dataset spasial berkualitas yang umumnya dikemas dalam format Shapefile (untuk kompatibilitas maksimal) dan GeoPackage (untuk pengguna modern).

Apakah Anda membutuhkan konversi data dari SHP ke GeoJSON atau sebaliknya? Atau butuh bantuan memperbaiki Shapefile yang rusak? Kunjungi halaman [Layanan Jasa] kami atau hubungi admin via WhatsApp untuk konsultasi lebih lanjut.


Referensi:

Buku & Jurnal:

  1. Longley, P. A., Goodchild, M. F., Maguire, D. J., & Rhind, D. W. (2015). Geographic Information Science and Systems (4th Edition). Wiley. (Ini adalah “Kitab Suci” mahasiswa GIS).
  2. ESRI. (1998). ESRI Shapefile Technical Description. ESRI White Paper. Redlands, CA. (Dokumen asli yang menjelaskan struktur teknis .shp).

Website & Dokumentasi Resmi:

  1. Open Geospatial Consortium (OGC). GeoPackage Encoding Standard. Tersedia di: https://www.geopackage.org/
  2. GDAL Documentation. Vector drivers: ESRI Shapefile, GeoPackage, & FileGDB. Tersedia di: https://gdal.org/drivers/vector/
  3. QGIS User Guide. Working with Vector Data. Tersedia di: https://docs.qgis.org/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *